|
Di Jawa Tengah sendiri, dari total 646.474 Ha hutan yang dilkelola oleh Perhutani, 75.538 Ha diantaranya merupakan hutan lindung, sisanya merupakan hutan produksi. Dari jumlah hutan di Jawa Tengah ini, sisa hutan yang masih baik jumlah terbesarnya berada di kawasan Slamet. Di G. Slamet sendiri, luasan sisa hutan yang ada sekitar lebih 52.617 Ha yang berupa hutan dari luas total kawasan yang mencapai lebih dari 150.000 Ha (belum terhitung luas sistem DASnya). Sepertiga dari luas hutan yang ada, atau sekitar 20.000 Ha adalah areal hutan yang dilindungi. Termasuk didalamnya adalah cagar alam dan hutan lindung. Posisi kawasan Slamet sebagai sebuah ekosistem sangat penting. Kawasan Slamet ini merupakan daerah yang menjadi penyangga keseimbangan ekologis dan hidrologis maupun mikroklimat bagi wilayah sekitarnya. Ada lima kabupaten dengan luas total 565.457 Ha yang secara langsung bergantung pada kawasan Slamet. Laju deforestasi di kawasan Slamet terbilang cukup tinggi. Penebangan, baik legal maupun illegal serta konversi lahan untuk pertanian, pemukiman dan wisata adalah faktor berpengaruh pada keberlanjutan kawasan ini. Ratusan ribu spesies flora dan fauna terakhir hutan pegunungan yang tersisa di Jawa sedang bertahan hidup dan menuju hari-hari terakhirnya di kawasan ini. Lima wilayah kabupaten menggantungkan stabilitas hidrologi dan mikroklimatnya disini. Lebih dari 100.000 orang menggantungkan hidup dan kehidupannya dari berbagai sumber daya yang disediakan alam di tempat ini. Terbentang mulai ketinggian 200 m dpl hingga 3.428 m dpl dengan luas lebih dari 50.000 Ha yang berpusat pada sebuah gunung api aktif, kawasan Gunung Slamet sedang menghadapi ancaman kelestarian yang serius. Berhadapan pada illegal logging, konversi lahan hutan, kebakaran hutan, bencana, kemiskinan dan setiap investasi destruktif serta kondisi regulasi dan pemerintahan yang buruk dan diperparah dengan ketidakpedulian sebagai sumber kerusakan lingkungannya, kawasan Gunung Slamet menunggu masa kehancuran ekosistemnya. Pada sisi lain, jebakan kapitalisasi sumber daya alam yang didorong oleh rezim ekonomi global maupun pemodal lokal dalam skema neoliberalisme kami yakini sebagai realitas global yang terkait langsung pada pemiskinan masyarakat. Kawasan Gunung Slamet saat ini menunggu setiap partisipasi dan kepedulian untuk menyelamatkan kehidupannya, kehidupan manusia, Gunung Slamet, Jawa Tengah. Indonesia. [1] Hery Santoso, Direktur Java Learning Centre (Javlec). Media Indonesia Online, Senin (13/2/06). [2] EG Togu Manurung (Mantan Direktur Forest Watch Indonesia / FWI), ANTARA News , Jan 26, 2006. |